MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA

Prodi Bahasa Inggris– Kegiatan merdeka belajar kampus merdeka oleh Program studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unversitas Khairu.  “Sebelum kegiatan asistensi mengajar dilaksanakan di satuan pendidikan, mahasiswa terlebih dahulu menempuh kegiatan pembekalan tentang asistensi mengajar yang akan mereka laksanakan ” ungkap Naniek Jusnita yang di temui pada saat diruang kerjanya,

Selanjutnya, Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Naniek Jusnita, S,Pd., M.Pd mahasiswa yang turun ke lapangan tersebut tidak langsung mengajar akan tetapi terlebih dahulu belajar dengan guru guru disekolah yaitu melakukan observasi. Kegiatan observasi di sekolah bertujuan agar mahasiswa memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah beserta kelengkapan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran.

Observasi proses pembelajaran di kelas yaitu mengamati secara keseluruhan aktifitas belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan peserta didik di dalam kelas. Observasi yang dilakukan dengan harapan agar Mahasiswa bisa mendapatkan informasi serta gambaran terkait kegiatan belajar mengajar, teknik pengelolaan kelas, metode mengajar serta respon peserta didik. Observasi dilakukan tidak hanya pada kegiatan belajar mengajar tetapi juga terhadap perangkat yang dibuat guru sebelum pembelajaran.

Rina sebagai peserta mahasiswa MBKM mandiri memberi komentar bahwa proses pembelajaran selama Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan berjalan dengan lancar dan segala aktivitas berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang telah di rencanakan sebelumnya. Meskipun di awal penguasaan kelas masih kurang. Namun, setelah dua minggu masuk kelas, dan menerima masukan-masukan dari guru pembimbing, praktikan mulai terbiasa dan sudah dapat mengelola kelas dengan baik.

Pada saat mengajar, praktikan menggunakan dua bahasa yakni bahasa inggris dan bahasa indonesia. Bahasa inggris biasanya di gunakan pada saat membuka pelajaran, memintah bantuan, kalimat perintah di dalam kelas, dan saat menutup pelajaran. Tidak hanya itu, pada saat praktikan memberikan materi dalam bahasa inggris lalu di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia agar siswa bisa lebih memahami materi yang di berikan. Beberapa siswa masih malu-malu untuk berbicara menggunakan bahasa inggris, namun semua itu tidak membuat para siswa kesulitan dalam mengikuti materi pembelajaran.

Ia perdapat menjadi seorang guru harus dengan sabar praktikan selalu memotivasi para peserta didik dan menuntun mereka, selalu memberikan contoh kalimat yang sudah di tulis di papan lalu mempraktekkan cara bacaannya lalu meminta mereka mengulang-ulang contoh tersebut. Di samping itu Para peserta didik dapat dengan berani berkominukasi dengan praktikan menggunakan bahasa inggris, meskipun hanya mengucapkan :”Hi Miss, Good morning Miss, How are you Miss, See you, ataupun hanya sekedar Kata Good by”. Masih banyak kalimat yang dapat mereka ucapkan namun mereka masih terlalu malu-malu dalam hal tersebut.

“Manfaat dari kegiatan  ini Asistensi Mengajar Di Satuan Pendidikan untuk memperoleh seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan nilai. Dengan adanya kegiatan ini Mahasiswa/praktikan dan bisa mengembangkan pengetahuan serta keterampilan dalam proses belajar mengajar, juga dapat mengetahui serta melaksanakan langsung tugas-tugas sebagai seorang guru dan mendapatkan pengalaman yang sebelumnya belum mereka dapatkan”, tegas Rina. (Admint)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *